Erik Truffaz, Bending The New Corners

 

erik truffaz

 

Menyukai musik jazz kadangkala bukan perkara mudah bagi sebagian orang, termasuk suami saya yang terbiasa mendengarkan musik hingar bingar, entah itu indie rock, indie pop atau metal. Saat ia bertanya, bagaimana cara memulai menyukai jazz. Saya menyarankan untuk memilih instrumen apa yang enak dinikmati. Ia pun langsung yakin memilih terompet. Entah atas dasar apa, dia pun bukan penyuka ska hahaha.

Dari situ mulailah kami mencari label jazz yang bisa menjadi tumpuan belajar menyukai jazz, terpilihlah Blue Note. Peniup terompet legendaris, Lou Donaldson menjadi piringan hitam pertama yang didengar olehnya. Ternyata dia sangat suka. Dari situ mulai mencari peniup terompet lainnya. Dari era kekinian kami menemukan Erik Truffaz.

Hobi travelling kami yang mengantarkan perjumpaan dengan Erik Truffaz, di sebuah record store kecil di pinggiran Tokyo. Sebagai penyuka jazz fussion, saya langsung jatuh cinta. Apalagi saat membeli piringan hitam ini, kami sedang aktif menjadi selector di acara jazz. Pas sekali dibawakan untuk saat santai.

Ia ternyata sangat produktif, sudah 20 album ia hasilkan. Mendengarkan seluruh lagu di album ini membuat kami ingin mengkoleksi album Erik yang lainnya. Sekarang saya sedang mencari album bertajuk The Dawn.

Penasaran seperti apa musiknya? Ini saya membuat vblog pendek tentang Erik Truffaz. Selamat menyimak.

 

 

Sumber foto: www.cdandlp.com dan www.rootsisland.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s