Tembang di Kedai Kopi

Di kota besar, kedai kopi identik dengan tempat pertemuan, tempat kerja bagi para pekerja paruh waktu, dan tempat temu kangen dengan sahabat lama. Di setiap meja tampak percakapan-percakapan sederhana hingga serius. Para pekerja paruh waktu terlihat sibuk dengan pekerjaannya, bisa sambil mendengarkan musik dari headphone-nya sendiri. Ada beberapa tipe pengunjung kedai kopi. Tapi, sekurang-kurangnya, ada tiga komponen utama pengunjung: 1) orang yang melakukan janji pertemuan kerja di sebuah kedai kopi; 2) menyelesaikan pekerjaannya dan 3) orang yang hendak bertemu kangen dengan teman. Dua tipe pengunjung tersebut tentunya mencari tempat yang nyaman dan kondusif.

Tembang merupakan hal yang nyaris luput diperhatikan oleh sebuah kedai kopi. Masih banyak kedai kopi yang memutar musik terlalu kencang atau malah genrenya tidak sesuai diputar untuk ukuran kedai kopi. Tembang yang tidak begitu diperhatikan sebagai salah satu penunjang kinerja kedai kopi, kelak bakal membuat kedai menjadi tidak nyaman untuk pengunjungnya.

Usut punya usut kenapa masih banyak kedai kopi yang tidak memerhatikan tembang yang diputar, ternyata itu berasal dari manajer atau owner yang memiliki wewenang membuat tangga lagu putar di kedai kopi. Saat ditanya; “Mengapa kedai kopi diputar lagu hingar bingar?” Jawaban sederhananya adalah untuk memenuhi hasrat si empunya toko.

Pilihan tembang di kedai kopi merupakan sesuatu yang cukup krusial mengingat persepsi musik bagus di Indonesia belum cukup merata. Belum lagi masalah volume yang sering menyakitkan telinga. Dengan memasang musik terlalu kencang, itu membuat tamu menjadi tidak nyaman saat berbicara. Pengelola kedai kopi padahal bisa saja memutar lagu dengan menggunakan 1/4 dari kekuatan suara speaker yang dimiliki.

Kedai kopi memang punya kewajiban untuk mencari target pasar yang akan disasar. Setelah mengerti seperti apa selera mereka, lalu mulailah coba menyusun tangga lagu. Pilihlah beberapa lagu yang sekiranya cocok dengan tamu. Pilihan lagu chill out, pop jazz, lounge,ballad, folk, dan jazz fusion sekiranya bisa diminati.

Musik dan kopi itu dua sejoli. Kopi sangat cocok dinikmati dengan alunan lagu enak terpilih. Jangan segan untuk menyisihkan waktu lebih banyak dalam memilih lagu. Niscaya pelanggan akan datang silih berganti saat musik dan kopi menjadi alasan mereka untuk kembali.

 

Tulisan ini pernah dimuat di http://bincangkopi.com/tembang-di-kedai-kopi/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s