Sarita Fraya yang Cantik

Dentingan gitar di lagu pertama album Imperfectly Perfect ini amat mengganggu saya. Denting gitarnya menyayat hati dengan suara empuk yang membuat saya kembali lagi ke track ini berulang-ulang hingga lupa memajukan remote cd player menuju track selanjutnya.

Lagu Always Back To You dinyanyikan dengan penuh penghayatan seakan kita memang masuk ke dalam alur lirik yang diciptakan oleh Fraya. Ada 6 lagu yang disajikan di album ini. Saya amat sangat merekomendasikan untuk membeli CD ini, selain karena kemasannya yang menarik, aransemen lagunya pun apik, disajikan dengan gaya akustik sederhana.

Di lagu selanjutnya, suara cajon yang cukup dominan diwarnai alunan harmonika membuat laguTwenty Two kaya rasa. Dan jangan terkejut dengan sahutan gitar elektrik yang malah muncul hampir di akhir lagu.

Track ketiga suara Risky Summerbee agak sedikit canggung. Saya membayangkan di lagu Amberini, Risky adalah pria yang malu-malu ikut bernyanyi bersama Fraya. Menggoda Fraya dengan kesan kikuk yang mungkin sengaja dibangun. Entahlah. (maaf yo mas Risky kamu kurang gahar di sini hehehheh). Saya tidak bosan untuk melanjutkan perjalanan mendengarkan album ini, masih ada dua lagu lagi. Ajaibnya tiap lagu mempunyai nyawa yang berbeda dengan lagu-lagu lainnya. Saya mulai menebak-nebak, dari komposisi yang dibuat Fraya, tampaknya Fraya memiliki banyak referensi dan sekolah musik. Ya ini sekedar tebakan saya saja.

Promise of Tomorrow, merupakan lagu harapan yang bisa dibawakan dengan tampilan yang berbeda, tidak ada kesan mendayu di lagu ini. Sekilas Fraya mengenalkan dirinya sebagai singer songwriter yang memiliki kekuatan karakter dan patut diperhitungkan.

Hatred bukan lagu akustik manis, Fraya bertransformasi menjadi penyanyi pop balada dengan kekuatan aransemen pada gitar berpadu ketukan drum. Saya sedikit kecewa dengan lagu ini ada di tengah-tengah album. Alur keseluruhannya serasa tidak berbaur karena pemilihan lagu terakhirnya yang kembali lagi pada nuansa lembut. Mungkin Hatred lebih cocok di simpan di track terakhir. Lagi-lagi itu hanya penafsiran saya pribadi. Apalah artinya dibanding satu album sajian seorang musisi wanita berbakat yang keseluruhan kemasannya patut diacungi jempol.

Perjalanan saya di album Imperfectly Perfect diakhiri dengan sebuah lagu indah dibalut suara synthyang gurih. Terimakasih Fraya sudah membuat album ini. Terimakasih Wok The Rock sudah membuat desain dan ilustrasi cover yang amat keren.

Terimakasih mas Gufi sudah mengantarkan album ini ke De Majors dan terimakasih De Majors yang sudah mengenalkan saya pada album ini.

 Minggu sore gerimis di tanggal 21 April 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s