Berjumpa dengan Sujud Kendang

Saya berada di sebuah rumah petak yang tidak begitu nyaman namun entah kenapa betah sekali rasanya di sini. Berbagai plakat menggantung di rumahnya. Buklet-buklet berisi klipingan perjalanan musikal berceceran di lantai. Mata saya tak jua luput dari mata pria itu, ia menjelaskan banyak hal yang tak cukup diungkap dengan kata. Gestur tubuhnya dan pemilihan kata yang mencerminkan sopan santun. Sekalinya saya bertemu dengan pria tua ini, saya langsung mengaguminya.

Sujud Kendang, begitu ia biasa dikenal di daerah asalnya, Jogjakarta. Diusianya yang lebih dari setengah abad ini, pak Sujud kerapkali ditemui di jalan-jalan seputaran Jogja, bersama kendangnya dan selalu dikelilingi anak-anak.

Jangankan anak-anak, saya yang sudah dewasa pun merasa terhibur dengan nyanyian-nyanyian yang beliau bawakan. Lagu-lagu populer dipelintirnya menjadi parodi. Mimiknya yang jenaka mengingatkan saya pada tokoh lawak Srimulat.

Setiap pentas yang mengundang beliau dapat dipastikan menjadi hidup oleh gelak tawa. Pak Sujud sempat bercerita tentang lagu-lagunya yang diperbanyak di Australia dan dia tidak mendapatkan royalti sedikit pun. Seorang asing jahil merekam dan memperbanyak karya pak Sujud saat ia mengisi sebuah perhelatan besar musik multinasional. Kasusnya sempat naik ke media, namun pak Sujud yang rendah hati hanya bisa tersenyum dan mendoakan hal-hal baik pada mereka yang tidak adil padanya.

Sosok sederhana ini sampai sekarang masih menebar kebaikan melalui musik parodinya. Sujud Kendang, seorang legendaris yang masih hidup dan berkarya. Berkontribusi secara aktif tanpa lelah di usianya yang senja ini. Satu hal yang membuat saya terharu, beliau divonis sakit katarak namun masih tetap keliling dengan lawakannya yang menghibur. Tempo hari teman-teman terdekatnya mengumpulkan dana untuk operasi, kini pak Sujud sudah bisa melihat lagi walau cuma satu mata saja.

Ini baru kisah dari Jogjakarta, masih banyak lagi kisah musik yang inspiratif dari berbagai daerah di Indonesia. Kenyataan yang miris bagaimana kesejahteraan musisi seringkali dianggap hal sepele orang pemerintah.

Sumber video: @fotodeka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s