Navicula dan Giginya di Dunia Maya

 

Navicula ada sejak tahun 1996. Band asal Bali yang giat menyuarakan isu lingkungan ini memang menjadi kebanggaan Indonesia. Berbagai prestasi yang diraihnya sungguh beragam dari mulai kompetisi band internasional Planetrox yang berhadiah tampil di festival musik Envol et Macadam diQuebec hingga rekaman di Record Plant Studio, Los Angeles.

Di #bincangminggu edisi 10 Februari 2013, saya memilih Navicula untuk menjadi bintang tamu karena sesuai dengan tema yang diangkat, Saat Musisi Menjadi Media.

Navicula dengan sejuta semangatnya mampu menciptakan dan menyampaikan pesan perubahan. Liriknya yang identik dengan isu-isu lingkungan mampu menggugah banyak orang untuk lebih peduli terhadap keadaan saat ini. Navicula memiliki berbagai kanal media sosial yang dikelola secara baik. Mereka mampu menyebarkan pengaruhnya dengan kemasan konten yang menarik.

– Website Navicula

Tampilan depan website tidak banyak warna, hanya dominasi hitam dan putih membuat saya betah berdiam di sini berlama-lama. Warna dasar putih untuk kolom teks memudahkan kita untuk membaca dengan nyaman. Konten yang terdiri dari news, gigs, profile, navictivism, media, music, shop tersaji secara minimalis, membuat pembaca mudah dalam melakukan pencarian informasi yang dibutuhkan.

Navicula mencantumkan sebuah konten khusus yaitu, navictivism. Itu adalah tempat segala informasi mengenai aktivitas kepedulian dari Navicula. Beragam aktivitas yang mendukung upaya penyelamatan lingkungan dan beberapa kampanye yang dilakukan oleh Navicula berkolaborasi bersama pihak yang kompeten di bidang lingkungan.

 

– Twitter Navicula

Follow akunnya dan rasakan suasana yang begitu akrab. Navicula membuat penggemarnya merasa dekat dengan mereka. Sapaan hangat dan beberapa gimmick yang rutin dilakukan untuk berinteraksi dengan para followers.

– Youtube Navicula

Kunci dalam mengelola media sosial yang baik adalah komitmen dan konsisten. Navicula mampu melakukan keduanya. Kegiatan online dan offline yang tersinergi bisa kita lihat di Youtube mereka. Rekam jejak yang rapi sebagai upaya pendokumentasian perjalanan dan aktivitas bermusik Navicula.

Simak pula kanal media sosial lainnya milik Navicula:

– Myspace

– Flickr

– Facebook

 

Berikut ulasan Bincang Minggu saya bersama mereka:

 

Selamat malam Navicula, di Bali sering turun hujan tidak?

 Malam, Bali lagi cerah sist, bright and sunny everyday

Dear Navicula. apa sih arti media sosial bagi kalian?

Bagi Navicula dan semua musisi sekarang media sosial memudahkan banyak hal. Membangun network nasional, internasional, jauh lebih mudah dengan adanya media sosial seperti sekarang. 

Sejauh mana Navicula memanfaatkan media sosial dalam bermusik?

Tetap di dunia musik dan aktivisme. Kita harus hadir di dunia nyata. Remember be active in the community. Dalam bermusik (write, record and perform music) kita tidak membutuhkan media sosial. Karena semua personil Navicula semua di Bali dan mudah ketemu. Lebih produktif mengerjakan apa-apa kalau in person. 

Setelah karyanya siap kemas, apakah Navicula menggunakan media sosial untuk membantu penyebarannya?

 Proses bermusik Navicula masih sama seperti waktu band ini tahun 1996 terbentuk. Sebelum ada Facebook dan Twitter. Mungkin ada Friendster ya? Tapi kita gaptek dan tidak memperhatikan juga. Untuk mempromosikan lagu dan gigs. Sosial media salah satu tools yang terbaik bagi kita. Sosial media lebih penting lagi untuk band di luar Jakarta yang akses ke media nasional terbatas. 

Sebagai musisi yang peduli dengan isu lingkungan hidup. Pernahkah Navicula membuat sebuah movement di media sosial?

Di konsep khusus sebagai movement sih belum pernah. Kegiatan terkait kita mengenai lingkungan, menggunakan media sosial untuk melibatkan lebih banyak orang. Misalnya Borneo Tour Navicula bersama Green Peace 

Ceritain dikit dong tentang upaya crowdfunding yang dilakukan Navicula untuk Borneo Tour?

Navicula band Indonesia pertama yang bikin project crowdfunding diwww.kickstarter.com  dan patungan.net dapat 3500 US Dollar untuk Borneo Tour dengan Green Peace. Crowdfunding membuktikan kalau band sekarang tidak perlu tergantung sponsor dalam setiap kegiatan. 

Melalui media sosial juga Navicula rekaman di Record Plant Studio, Los Angeles. Bisa diceritakan prosesnya?

Kami mengikuti kompetisi Rode Rock berhadiah rekaman di Record Plant Studio bersama produser. Prosesnya harus submit video dulu dan melalui seleksi juri dan Rode Mics dan ada juri musisi juga, Matt Sorum. 

Nah, kalau yang Navicula main di Sidney Festival?

Kita submit lagu Metropolutan di antara 500an submission video lainnya dari 48 negara. Terpilih 10 finalis melalui proses voting publik. And cant believe it!! We won!!

Wah seruuu banget Bincang Minggunya. Terimakasih banyak Navicula, jangan pernah bosan berbagi!

Thank you, sista.Good night. Sleep tight!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s