Fans adalah Friends

“Gila gue suka band ini, lagunya enak, performnya keren.”

 

Setelah statement itu keluar kemudian ada keinginan untuk mengetahui band itu lebih dalam, mencari tahu kapan mereka manggung dan tanpa sadar mempromosikan kalau musisi itu keren. Itu sudah termasuk dalam gejala-gejala seseorang telah menjadi fans sebuah musisi. Lalu bagaimana seharusnya musisi tanggap dalam menanggapi hal ini. Karena dalam beberapa hal fans itu bisa menjadi tolak ukur keberhasilan musisi. Dalam kondisi musik Indonesia yang tidak bisa diharapkan lagi pada penjualan fisik, fans mempunyai pengaruh penting untuk eksistensi musisi. Malah musisi yang mempunyai motivasi berkarya untuk diapresiasi, sudah tentu sangat memerlukan fans yang loyal. Fans tidak akan muncul tanpa adanya karya berkualitas dari musisi. Begitu pula musisi tidak akan bertahan lama bila tidak mempunyai fans yang berkualitas. Keduanya akan bersinergi dan pada akhirnya fans tidak akan ada, tergantikan dengan istilah friends, jarak antara musisi dan fans menjadi lebur. Semuanya teman. Strategi untuk musisi agar bisa mendapatkan fans yang friend-able:

  • Mempunyai karya yang berkualitas dan manager keren
  • Manager keren bertugas untuk me-maintenance fans dan menyiapkan sejak awal piranti-piranti media sosial sebagai kanal bertemunya para fans 
  • Mempunyai kemampuan dalam memilih kostum dan konsep panggung
  • Kanal media sosial yang dimiliki oleh band dibuat seinteraktif mungkin dan user friendly
  • Membuat kegiatan rutin seperti arisan atau nge-jam bareng, band Mocca punya kegiatan regular untuk fansnya, Swinging Friends. Acara tersebut didekasikan internal untuk Mocca dan fans, namanya Secret Show. Sebuah perform sederhana namun rahasia dan intim
  • Jika dalam beberapa waktu sudah ditemukan sekiranya satu atau dua orang yang konsisten ada setiap kali musisi manggung dan orang tersebut dirasa berkompeten untuk gabung dengan manajemen band. Pinanglah ia menjadi koordinator fans atau social media specialist-nya musisi. Itu sebagai motivasi baginya, diberi kepercayaan lebih.
  • Bila band sudah menghasilkan pemasukan dari manggung atau merchandise, bisa disisihkan untuk membayar coordinator fans sekalian mengelola kanal media sosial serta membuat event-event kecil-kecilan untuk para fans.
  • Berikan keistimewaan (privileges) khusus untuk fans, semacam memberikan info jadwal manggung pertama kali pada mereka, untuk event besar memesankan tiket presale bagi yang berminat, bila perlu adakan muktamar fans setahun sekali untuk menampung ide-ide brilian mereka.
  • Sewa atau tetapkan satu tempat sebagai basecamp dimana fans dan band bisa berbaur di situ seperti teman biasa. Semuanya akan melalui sebuah proses penyesuaian, jangan segan-segan untuk berdiskusi dengan band yang lebih berpengalaman.

Fans adalah friends, jarak hanya ada di atas panggung bukan di bawah panggung. Tanpa mereka band tidak berarti apa-apa. Penyelenggara event pun pada akhirnya akan mengundang band yang mempunyai fans banyak sebagai pengisi acaranya. Keberadaan fans pun akan berpengaruh pada penjualan fisik.Tidak percaya? Silakan coba.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s